Profil

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Tentang saya,

Nama :  Drs. H.Friyanto, MSA., Ak.
Tempat/Tgl. Lahir :  Situbondo, 25 Mei 1963
Agama :  Islam

Alamat : Perumahan Joyo Grand Blok B1/7, RT03/ RW 09, Merjosari, Kec. Lowokwaru,Malang (65144).
NIDN : 0725056304
Email :  fri.friyanto@gmail.com
Facebook : Fariyanto Mustofa
Twitter : Friyanto Mustofa
PIN : 219D7990

1. Riwayat Pendidikan :

Sekolah Dasar : SDN Tribungan I, Situbondo  Lulus tahun 1976
Sekolah Lanjutan Pertama : SMP Negeri I, Situbondo. Lulus tahun 1979
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas : SMA Negeri I, Situbondo. Lulus tahun 1983
Perguruan Tinggi :
– Program Diploma :
– Program Sarjana : Sarjana Ekonomi – Jurusan Akuntansi,Sekolah  Tinggi Ilmu Ekonomi Gajayana, Malang.
– Program Magister : Universitas Brawijaya Malang,Magister Sains  Akuntansi
– Program Profesi : Program Pendidikan Profesi Akuntansi,Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang
– Program Doktor :

 

2. Riwayat Pekerjaan / Jabatan Struktural :

a.

Dari tahun 1986 sampai dengan 1989, sebagai asisten dosen pada Fakultas Ekonomi, Universitas Gajayana, Malang

b. Dari tahun 1987 sampai dengan 1989, sebagai staff asisten senior pada Kantor Akuntan Publik (KAP) “Drs. Mustofa, Tony & Surjadinata (MTS)” Cabang Malang.
c. Dari tahun 1989 sampai dengan 31 Maret 1995, sebagai Manager Audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) “ Drs. Made Sudarma & Rekan”, Malang
d. Dari tahun 1989 sampai dengan sekarang sebagai dosen tetap pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE Indonesia), Malang
e. Dari tahun 1996 sampai dengan 2006, sebagai Manager Audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) “Drs. Suprihadi & Rekan”, Malang
f. Dari tahun 2006 sampai dengan 2010, sebagai Senior Auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) “Drs.H.M.Achsin”,  Jakarta
g. Dari tahun 2001 sampai dengan 23 September 2003, sebagai Bendahara Badan keswadayaan Masyarakat (BKM) Merjosari, Malang.
h. Dari tahun 2010 sampai dengan sekarang (2012), sebagai Senior Audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) “Krisnawan, Busroni, Achsin dan Alamsyah”,  Cabang Malang

 

3. Tulisan/Karya Ilmiah/Buku ISBN           :

a.Penelitian

:

Analisis Penyusunan Standar Barang Dan Harga   Satuan Barang kerjasama antara Pusat Kajian Dinamika Sistem pembangunan (PKDSP) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi–Universitas Brawijaya dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

b.Jurnal  : Audit  Investigasi dan  Audit Forensik Sebagai Strategi Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi.Analisis Pengukuran Kinerja Dengan Rerangka Model Integrasi Balanced Scorecard dan Six Sigma (Studi Kasus pada Rumah Sakit “X” Di Malang)
c.Buku  : Auditing (2012-Edisi Pertama,ISBN)Bahan Ajar Auditing IBahan Ajar Auditing II

Bahan Ajar Praktek Audit

Bahan Ajar Sistem Informasi Akuntansis Berbasis Software

Bahan Ajar Ekonomi dan Akuntansi Syariah

 

4. Informasi Lainnya:

  1. Tahun 1988 bulan Agustus, Lokakarya Metodologi Penelitian Akuntansi dan Bisnis di Universitas Gajayana, Malang.
  2. Tahun 1988 bulan Agustus, Seminar Manajemen dana di Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang.
  3. Tahun 1992 bulan Januari, Seminar Potret Dan prospek Perekonomian Jawa Timur Tahun 1992 pada Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang.
  4. Tahun 1992 bulan April, Lokakarya Tata Niaga Ekspor Kerjasama Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur dan Small and Medium Enterprise Project Technical Assistance Unit (SMIEP-TAU) di Malang.
  5. Tahun 1993 bulan Oktober, Penataran Audit I, 60 Jam, di Surabaya oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Seksi Akuntan Publik (SAP) IBT – Jawa Timur.
  6. Tahun 1994 bulan Januari, Lokakarya Audit, 6 Jam, di Surabaya oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Seksi Akuntan Publik (SAP) IBT – Jawa Timur.
  7. Tahun 1996 bulan Oktober  1996, Seminar Nasional Kebijakan pemerintah Dibidang Pengadaan Tanah Untuk perumahan dan Kendala-Kendala Perolehan tanah oleh Universitas Brawijaya di Malang bekerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang.
  8. Tahun 2001 bulan Agustus  2001, Pelatihan dan Pengembangan Badan Keswadayaan Masyarakat oleh Universitas Negeri Jember (Unej) di Malang.
  9. Tahun 2001 bulan Agustus  2001, Seminar Perpajakan Sehari : Perencanaan dan Penghematan Pembayaran dan Pengampunan Pajak Tanpa Mengurangi Ketentuan Perundang-Undangan pada Persatuan Para Pensiunan Pegawai Pajak (P-5) DPC Malang.
  10. Tahun 2002 bulan Januari  2002, Perkembangan Terbaru Perpajakan dan Persiapan Penyusunan SPT untuk Tahun Buku 2001 oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Publik (KAP) Jawa Timur.
  11. Tahun 2003 bulan Februari  2003, Sosialisai Kepmenkeu No. 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Publik (KAP) Jawa Timur.
  12. Tahun 2003 bulan Juni 2003, Pelatihan Teknis Perpajakan Nasional 2004 pada Yayasan Bina Arta (Pendidikan Konsultan Pajak) di Surabaya.
  13. Tahun 2003 bulan Agustus 2003, Tax Planning Dalam Kajian Hubungan Antara Perjanjian-Perjanjian, Pajak Penghasilan, serta Pajak Pertambahan Nilai pada Indonesia Fiscal Study (Infis) di Malang.
  14. Tahun 2004 bulan Februari 2004, Seminar perpajakan : Kewajiban Menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan dengan Benar dan Lengkap adalah Merupakan Keharusan Bagi Warga Negara yang Bijak pada Persatuan Para Pensiunan Pegawai Pajak (P-5) DPC Malang.
  15. Tahun 2004 bulan September Short Course sistem akuntansi Sebagai dasar Penghitungan Pajak penghasilan serta Beda Tetap dan Beda Waktu Pengakuan Penghasilan dan Biaya (Komersial & Fiskal) pada Lembaga Penlitian Universita  Airlangga dan Puslitbang Manajemen Keuangan dan Perpajakan Indonesia, Surabaya.
  16. Tahun 2005, Audit Komisi Pemilihan Umum (KPU) – Pemilihan Kepala Daerah Untuk Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blitar oleh Kantor Akuntan Publik “Drs. Suprihadi & Rekan” Malang.
  17. Tahun 2006 bulan Maret, memberikan Pelatihan Akuntansi Perpajakan pada PT. Enak Jaya Makmur – Malang.
  18. Tahun 2008 bulan Agustus, mengikuti Seminar Management SDM & Marketing Seminar pada Perguruan Tinggi (STMIK-STIE) Asia Malang.
  19. Tahun 2008 bulan September, mengikuti Seminar Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Usaha bagi  Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi di Jawa Timur yang diselenggarakan oleh LPM Universitas Brawijaya Malang kerjasama dengan PT. Danareksa (Persero) Jakarta.
  20. Tahun 2008 bulan Oktober, mengikuti Seminar Nasional Hukum dan Kebijakan Pengembangan Litbang Untuk Sektor Usaha Kecil dan Menengah Guna Meningkatkan Kemampuan Perekayasaan, Inovasi, serta Difusi Tekhnologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang kerjasama dengan Kementrian Negara Riset & Teknologi RI.
  21. Tahun 2009 bulan Juli, mengikuti Seminar Nasional Akuntansi Tiga Pilar Standar Akuntansi Indonesia yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang kerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia.
  22. Tahun 2009 bulan November Mengikuti TOEFL di Languange Laboratory Faculty of Administrative Science – Brawijaya University.
  23. Tahun 2009 bulan November Mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) pada UUD TPA Koperasi Perencanaan – Program Seleleksi Mahasiswa Baru FIA- Universitas Brawijaya.
  24. Tahun 2010 bulan Februari, Penelitian Analisis Penyusunan Standar Barang Dan Harga Satuan Barang kerjasama antara Pusat Kajian Dinamika Sistem pembangunan (PKDSP) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur.
  25. Tahun 2010 bulan Desember Seminar Kewirausahaan Membina Jiwa Enterpreneurship pada Mahasiswa Dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Ekonomi Dan Keberhasilan Mahasiswa di Masa Yang Akan Datang di STIE Indonesia Malang.
  26. Tahun 2011 bulan Juli, Workshop Kurikulum Menyusun matakuliah-matakuliah yang tepat dan efektif sesuai dengan kebutuhan perkembangan DU/DI berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi di STIE indonesia Malang.
  27. Tahun 2011 bulan Desember, Seminar Nasional Pergeseran Paradigma Manajemen – Tinjauan dari Berbagai Disiplin Ilmu di STIE Indonesia Malang.
  28. Tahun 2012 bulan April, Seminar On Post Graduate in Malaysia and Indonesia Organized by Institut Kajian Malaysia – Indonesia (IKMI) UNISEL & STIE Indonesia Malang, Bestari Jaya – Selangor, Malaysia.
  29. Tahun 2012 bulan Mei, Workshop Kurikulum S-1 Akuntansi Berbasis Kompetensi mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Konvergensi IFRS di STIE Indonesia Malang.
  30. Tahun 2012 bulan Juni, mengikuti Training of Trainers “(Re)konstruksi dan Pengembangan Silabi, Materi, dan Metode Pembelajaran Forensic Accounting and Fraud Examination” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
  31. Tahun 2012 bulan Juni, mengikuti Seminar Nasional “Anggaran Publik, Alokasi Anggaran dan Efisiensi Belanja Dalam Rangka Pembangunan Daerah” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
  32. Tahun 2012 bulan Juli, mengikuti Kuliah Umum “Sistem Ekonomi dan Ekonomi Kontemporer di Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
  33. Tahun 2012 bulan Juli, mengikuti Lokakarya Akuntansi “Penerapan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP) di Indonesia dan Tantangan Akuntansi di Masa Depan” oleh Ikatan Akuntan Indonesia Komisariat Malang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
  34. Tahun 2012 bulan Juli, mengikuti Sekolah Pasar Modal “Level II, Investasi di Pasar Modal, Analisa Fundamental, Analisa Teknikal dan Market Update dan Level III,  Instrumen Fixed Income, Pengenalan produk Reksadana di pasar Modal, Pengenalan Pasar Modal Syariah dan Pengenalan Produk Derivatif di Pasar Modal“ pada Bursa Efek Indonesia di Surabaya.
  35. Anggota Ikatan Akuntan Indonesia – Wilayah Jawa Timur No. Anggota 140543295 sejak tahun     2005 sampai dengan sekarang.

 

5. Perjalanan Singkat:

Saya kelahiran kota kecil di daerah tapal kuda  pesisir Jatim mulai bergabung di kampus “biru”  STIE Indonesia sejak sekitar tahun 1990 yang lalu. Dengan berbekal dasar Sarjana Akuntansi dari Universitas Gajayana, Malang, saya memperkuat ajaran Program Jurusan Akuntansi sebagai dosen kontrak. Di semester gasal ini 2012-2013, saya mengajar mata kuliah Akuntansi Keuangan I dan Ekonomi dan Akuntansi Syariah  dan Lab. Sistem Informasi Akuntansi. “Atmosfernya yang dinamis dan terus belajar sesuatu yang baru inilah yang membuat saya jatuh cinta sejak awal untuk menjadi seorang dosen”.

Menjadi dosen memang bukan merupakan cita-cita saya sejak kecil, tetapi saya mempunyai keinginan menularkan pengalaman saya sebagai seorang auditor kepada mahasiswa saya ke depan menjadi seorang yang dewasa dan mempunyai kematangan baik dari sisi intelektual maupun emosional.  Dalam memberikan mata kuliah, saya sering bersikap tegas namun terbuka dan santun dengan mengandalkan pola pengajaran yang sifatnya diskusi. “Saya sangat terbuka dan dengan senang hati jika ada para mahasiswa bertanya seusai kuliah, bahkan mereka sering memberi masukan yang positif mengenai cara mengajar saya yang kurang bersuara keras saat di dalam kelas”. Dan hal itu saya akui dan saya suka.

Bagi saya yang tidak terlalu suka makan rawon, tantangan yang dihadapinya selama mengajar di kampus “biru” dirasanya tak terlalu berat karena saya sangat suka dengan pilihan menjadi seorang pendidik. “Keinginan yang masih terpendam saat ini yaitu melakukan riset yang banyak mengenai paradigm Akuntansi Non Posisitf, yang lebih mendalam secara teori. Hanya perlu lebih pintar mengatur waktu saja antara kesibukan mengajar dan membenahi administrasi kertas-kertas kerja pemeriksaan”, karena saya juga sebagai senior supervisor staff pada Kantor Akuntan Publik di Malang.

Suka duka perjalanan menjadi seorang pendidik

Mengajar sebenarnya sudah saya dilakoni sejak tahun 1989.  Sambil berkerja di kantor akuntan publik (KAP) Drs. Mustofa, Tony & Surjadinata Cabang Malang kala itu sekitar tahun 1989 dilanjutkan ke kantor akuntan publik (KAP)  Drs. Made Sudarma & Rekan. Saya jalani saja bagaimana menjadi seorang pengajar yang baik.

Pertengahan tahun 1996 ada tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan group keluarga milik seorang dosen senior di fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Tahun 2005 dengan berbekal honorarium sebagai seorang auditor yang lumayan, aku melanjutkan sekolah profesi (PPAk). Aku ambil Pendidikan Profesi Akuntansi di Universitas Brawijaya Malang.  Saat menulis laporan rasanya sudah gak tahan berhadapan dengan pembimbing.

Selama mengajar, ada saja kejadian yang kadang-kadang buat tetawa, terkadang ada juga yang menyebalkan. Ada kejadian yang aku gak bisa lupa sampai kapan pun. Saat itu aku mengajar mata kuliah akuntansi biaya di salah satu universitas. Perkuliahan tingggal 2 kali lagi setelah itu UAS. Tiba-tiba mahasiswa mengajukan protes. Ternyata setelah di usut, mereka takut tidak lulus karena sebagian besar dari mereka absennya kurang. Dan sebagian dai mereka juga merupakan karyawan. Ini menjadi dilema buatku. Disatu sisi aku juga gak mau mahasiswa menggampangkan hal tersebut meskipun sebenarnya ada kebijakan dari kita sebagai dosen terhadap mereka, tetapi kadang-kadang mahasiswanya juga sudah dikasih hati minta jantung juga.

Tahun 2008 aku resmi menjadi mahasiswa S2 di salah satu Universitas terkemuka di Malang pada jurusan akuntansi. Sekarang mulai diterapkan peraturan bahwa dosen minimal harus berpendidikan S2. Tahun 2010 bulan Maret saya diwisuda berbarengan dengan teman sejawatku seorang dosen manajemen di STIE Indonesia yang  saat itu melanjutkan ke program S3 di Universitas Brawijaya.   Selama saya kuliah S2 dulu (2008-2010) saya memikirkan suatu pendapat mengenai core competencies bagi sebuah jurusan kuliah. Saya kemudian berpikir, apakah yang harus benar-benar saya kuasai dalam jurusan akuntansi, ya karena saya memang dulu kuliah akuntansi. Persoalan ini berawal dari seringnya teman-teman saya yang mengeluhkan suatu mata kuliah dan disatu sisi juga membanggakan mata kuliah tertentu. Ambil contoh: ada yang senang kuliah akuntansi biaya dengan alasannya sendiri dan ada juga yang sangat senang sekali dengan mata kuliah akuntansi keuangan. Masalah? Tentu saja tidak kalau cuma sebatas itu saja, namun masalah akan timbul ketika seorang mahasiswa yang akan mulai mencintai suatu mata kuliah dan disatu sisi meninggalkan (menjalani dengan seadanya saja) mata kuliah yang lainnya.

Beberapa teman saya mengalami hal tersebut, sehingga saya selalu berpikir “Hilanglah fungsi sebuah kurikulum yang telah disusun sedemikian rupa dalam suatu jurusan kuliah”. Kita ketahui selama ini bahwa akuntansi merupakan suatu ilmu terapan yang memiliki “alur” yang indah dan smoth, statement tersebut bagi yang senang akuntansi lho. Nah, akuntansi akan kehilangan ketidaksempurna-annya “keindahannya” ketika satu persatu “relief” dari akuntansi tersebut goyah.

Goyah? Ya, akuntansi akan tidak lengkap ketika seorang mahasiswa menyukai akuntansi keuangan dan tidak suka terhadap akuntansi biaya/manajemen. Ya, akuntansi akan goyah ketika mahasiswa mencintai akuntansi keuangan lanjutan namun tidak suka terhadap pengantar akuntansi, dan sebaliknya. Akuntansi secara utuh meliputi seluruh aspek, mulai dari akuntansi keuangan, akuntansi lanjutan, akuntansi manajemen/biaya, auditing, dan lainnya. Audit tanpa akuntansi keuangan ibaratnya sebagai tong kosong. Akuntansi keuangan tanpa akuntansi lanjutan seperti pohon bambu yang kehilangan ruas-nya. Akuntansi lanjutan tanpa akuntansi keuangan bagaikan sayur tanpa nasinya. Wah wah kalo perumpamaannya aneh harap maklum ya.

Mahasiswa menguasai akuntansi keuangan tapi dia akan kebingungan ketika harus menyusun harga pokok penjualan untuk angka laporan laba rugi. Mahasiswa yang lain menguasai akuntansi keuangan tapi kesulitan ketika mengkonsolidasi “menggabung” laporan keuangan milik dua atau lebih perusahaan. Mahasiswa pintar mengukur kinerja internal suatu garis lini produksi dan dia sangat ahli membuat laporan prospek keuangan namun dia juga  tidak tahu bagaimana mengkomunikasikannya ke pihak luar/lain. Atau bahkan ada mahaiswa tidak mengerti akuntansi secara baik namun dia selalu menang ketika debat bahasa inggris.

Mungkin anda akan berpendapat bahwa tidak semuanya cabang ilmu akuntansi harus dikuasai atau setidaknya tidak dikuasai seketika dan saat itu juga. Tapi  ini adalah akuntansi, bukan akuntansi keuangan, bukan audit, dan bukan akuntansi lanjutan. Akuntansi haruslah dipelajari dan dibentuk secara keseluruhan, bersama dan sistematis, jangan sepotong saja dan kemudian ditinggalkan. Maka kepada rekan yang masih kuliah akuntansi atau baru akan kuliah mungkin ini bisa menjadi suatu gambaran betapa pentingnya ilmu akuntansi untuk dipahami secara keseluruhan. Sehingga mahasiswa yang tadinya tidak menyukai akuntansi suatu saat bisa berbalik menjadi mencintai ilmu akuntansi. Kalau mahaiswa saat ini hanya ingin mempelajari sepotong hal dari akuntansi, saya menyarankan kuasailah akuntansi keuangan, ketika mahasiswa sudah menguasai dan mencintainya maka dia akan “terpaksa” mencintai akuntansi lainnya. Kenapa?  hanya pengalaman pribadi saja yang bias membuktikan.

Ibarat Mengajar Diantara Surga dan Neraka

Profesi akuntan selalu dianggap sebagai profesi yang penuh perhitungan. Namun, Prof. Iwan menegaskan agar para mahasiswanya tidak hanya menghitung secara materi saja. Prof. Iwan berusaha memanusiakan profesi akuntan. Stigma manusia pelit yang disandang oleh profesi akuntan sebenarnya merupakan sikap efisien, berhati-hati, dan berupaya seimbang. Melalui sikap tersebut, profesi akuntan mampu menemukan kecurangan-kecurangan dalam pembukuan. Kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh akuntan yang turut menyebabkan terjadinya krisis global saat itu. “Tanda-tanda terjadinya krisis sudah muncul sejak kebangkrutan perusahaan Amerika, Enron,” katanya. Karena itulah, perspektif syariah mulai dilirik oleh karena memungkinkan meminimalisir terjadinya kecurangan. Seperti yang telah dikatakan, dalam perspektif syariah, akuntansi berusaha menciptakan manusia yang tidak hanya peduli pada materi atau hal-hal yang kasat mata saja.

Selama ini, dunia akuntansi manajemen hanya mengenal dua perspektif, yaitu perspektif tradisional dan perspektif kontemporer. Dalam perspektif tradisional, ativitas akuntansi manajemen difokuskan pada pengukuran-pengukuran kinerja yang menitikberatkan pada aspek finansial dan lebih berorientasi pada laba. Sedangkan perspektif kontemporer adalah pergeseran dari perspektif tradisional sehingga lebih mementingkan pengukuran-pengukuran kinerja yang lebih komprehensif, baik dari segi finansial maupun non-finansial.

Perspektif kontemporer sudah lama diterima secara luas oleh akuntan pada level dunia. Namun, dengan adanya berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para akuntan, salah satu guru besar saya melihat kelemahan pengajaran akuntansi yang menggunakan perspektif kontemporer. Beliau menganggap, perspektif kontemporer masih kurang sempurna karena nilai komprehensifnya masih sebatas pada kebutuhan duniawi dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan.

Sang guru mengatakan, perspektif syariah sangat sesuai untuk melengkapi kekurangan perspektif kontemporer, menjadikan konsep ini lebih paripurna.  Artinya, nilai-nilai spiritual seperti kejujuran, takut kepada Tuhan, dan sebagainya, mendasari para akuntan dalam memasukkan pembukuan. Tidak ada salahnya jika menyebut akuntan sebagai profesi yang berjalan di antara surga dan neraka. Sebagai pengajar pun dia menyadari resiko ini. Akuntan dapat dengan mudah menemukan kecurangan dalam pembukuan. Namun, sebaliknya, akuntan juga rawan menjadi pelaku kecurangan.  “Saya ini ibaratnya mengajar mahasiswa di antara surga dan neraka,” Di sinilah peran dosen sebagai pengajar untuk menanamkan kejujuran dan nilai-nilai spiritual agar akuntan menghindari kecurangan. Melalui kuliah dengan pendekatan spiritual, kita berharap sedikit banyak bisa menanamkan nilai-nilai moral kepada calon-calon akuntan masa depan, dan sekaligus memanusiakan profesi akuntan.

                                                                                                Saya yang bersangkutan,

 

 

                                                                                                 Drs. H.Friyanto,MSA.,Ak.

2 thoughts on “Profil

  1. Mella Januari 4, 2013 pukul 7:04 am Reply

    bagaimana bisa menyukai akutansi pak? soalnya saya lemah sekali dibidang akutansi ^_^. Terima Kasih.

    • Fariyanto Mustofa September 4, 2014 pukul 2:41 am Reply

      harus menjalani kegiatan rutin sehari-hari dan aplikasikan dalam paradigma akuntansi… sieplah, harus belajar dan belajar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s